Tujuan Pendidikan dan Nilai-Nilai Karakter di Indonesia Tujuan pendidikan bawaan harus dipahami oleh setiap orang, karena ini menyangkut perkembangan individu dalam kehidupannya. Pendidikan sejak lahir adalah suatu bentuk kegiatan manusia yang mencakup kegiatan pendidikan yang ditujukan untuk generasi penerus.

Tujuan Pendidikan dan Nilai-Nilai Karakter di Indonesia

georg-buechner – Pola asuh yang dilahirkan mengantarkan seseorang menjadi individu yang memiliki sikap dan sikap terbaik dalam menghadapi berbagai situasi. Tujuan pendidikan bawaan adalah untuk secara terus menerus membentuk peningkatan diri individu dan melatih kemandirian untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Pemerintah, melalui ordonansi dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mengamanatkan bahwa beberapa tujuan berasal dari pendidikan karakter. Tujuan pendidikan bawaan adalah untuk membentuk kepribadian yang kuat yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

Baca Juga : Mata Kuliah Startup Digital Bersifat Pilihan Wajib

Pelatihan karakter menurut pendapat ahli

Sebelum mengetahui tujuan dari pelatihan karakter, Anda harus terlebih dahulu memahami pentingnya. Berikut beberapa definisi ahli parenting bawaan:

T. Ramli : Born Education mengutamakan pentingnya akhlak dan akhlak agar dapat mendidik siswa SLB dengan lebih baik.

Thomas Leckona : Pendidikan lahir adalah usaha sadar untuk membantu seseorang agar mampu mengamati, memahami dan mengamalkan nilai-nilai etika.

Elkind : Pendidikan bawaan adalah metode pendidikan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengubah fitrah peserta didik. Dalam hal ini, peran guru tidak cukup untuk mengajar mata pelajaran.

Pramula Mahrus Razzan :  Pendidikan karakter merupakan ilmu yang bermanfaat dalam meningkatkan fitrah manusia yang harus dimulai sejak dini untuk menciptakan generasi pancasila yang berakhlak dan berakhlak mulia yang akan tetap berada dalam kerangka Revolusi Mental.

Tujuan pembentukan karakter

Secara umum, tujuan pendidikan bawaan adalah untuk melatih peserta didik menjadi istimewa dan berharga. Dalam pelaksanaannya, pemerintah lebih menitikberatkan kepada sederet nilai yang harus dimiliki siswa. Lahirnya pendidikan bawaan dapat dikatakan sebagai bisnis yang membangkitkan spiritual ideal.

Tujuan pendidikan, menurut Foerster, adalah membentuk karakter. Hal ini karena karakter merupakan evaluasi dari seseorang atau individu tertentu dan karakter juga mampu memberikan kesempatan unit untuk mengambil posisi dalam situasi apapun.

Tujuan pendidikan bawaan juga dapat menjadi langkah untuk mengatasi pengalaman yang selalu berubah sehingga dapat membentuk identitas yang kokoh bagi setiap individu. Dalam hal ini dapat diamati bahwa tujuan pendidikan bawaan adalah untuk menciptakan sikap yang dapat menularkan kita tanpa melanggar norma-norma yang berlaku.

Tujuan pendidikan bawaan adalah menjadi wahana sosialisasi bawaan yang harus didengar oleh setiap individu agar bermanfaat bagi masyarakat seluas-luasnya.

Berikut adalah beberapa tujuan parenting education secara umum:

  • Mengetahui ciri-ciri manusia yang berbeda.
  • Memahami aspek-aspek yang baik dari perilaku karakter.
  • Dapat menafsirkan dan mengekspresikan karakter yang berbeda.
  • Menunjukkan, misalnya, perilaku tokoh dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pendidikan Nasional Indonesia

Tujuan pendidikan nasional mutlak mutlak bagi bangsa Indonesia. Pendidikan Nasional Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 2, pendidikan berdasarkan Pancasila dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, budaya bangsa Indonesia dan menjawab tuntutan zaman yang terus berubah. .

Pendidikan nasional ditawarkan dari sekolah dasar hingga universitas. Salah satu program yang dijalankan pemerintah dalam mendukung program pendidikan nasional ini adalah program studi wajib 12 tahun yang pendidikannya mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Menurut UU No. 20 th. 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, cakap, kreatif, mandiri, dan warga negara yang demokratis. dan mengambil tanggung jawab.

Baca Juga : Menawarkan Bantuan atau Offering Help dalam Bahasa Inggris

Nilai karakter utama dalam pelatihan karakter Indonesia character

Sesuai dengan tujuan pendidikan bawaan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ada beberapa nilai-nilai kunci bawaan yang dikembangkan dalam jiwa setiap peserta didik di Indonesia.

Beberapa nilai kelahiran utama berikut ini antara lain:

Nilai-nilai nasionalis. Nilai-nilai nasionalis dikembangkan sedemikian rupa sehingga generasi penerus bangsa mengambil langkah-langkah pemikiran dan tindakan yang Tunjukkan tingkat tertinggi kesetiaan, kepedulian, dan rasa hormat kepada negara. Hal lain yang harus diperhatikan adalah bahasa, masalah sosial, budaya, ekonomi dan politik nasional.

Nilai agama. Selain berjiwa nasionalis, orang yang berakhlak mulia adalah mereka yang memiliki aspek religi dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Suksesi harus dicerminkan melalui sikap toleransi, jiwa yang keras, dan kepribadian dengan keyakinan yang kuat.

Nilai integritas. Nilai integritas diajarkan untuk membangun komitmen dan loyalitas terhadap unsur kemanusiaan dan moralitas bangsa. Hal ini dapat dilakukan melalui perkataan, perbuatan, dan pekerjaan.

Nilai kemerdekaan. Kemandirian mengajarkan setiap orang agar tidak saling bergantung. Sebaliknya, mereka menggunakan semua kekuatan dan sumber daya mereka sendiri untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Nilai gotong royong. Nilai ini dicari dalam rangka menghargai segala bentuk kerjasama. Hal ini tidak lain adalah tujuan untuk membangun komunikasi yang baik dalam rangka menyelesaikan berbagai masalah secara bersama-sama.